RiauRokan HuluTNI/POLRI

Menyemai Ketahanan, Mengawal Swasembada: Polsek Kabun Pantau Jagung Tumpang Sari Desa Aliantan

Kujang Post
10
×

Menyemai Ketahanan, Mengawal Swasembada: Polsek Kabun Pantau Jagung Tumpang Sari Desa Aliantan

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu | KUJANGPOST.com-Di tengah percepatan agenda nasional menuju swasembada pangan 2026, langkah-langkah kecil di tingkat desa justru menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kemandirian pangan Indonesia. Di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, hamparan jagung yang tumbuh di lahan produktif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi simbol ikhtiar bersama menjaga ketahanan pangan dari akar rumput.

Komitmen itu tampak saat jajaran Polsek Kabun turun langsung melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung kuartal I tahun 2026 dengan pola tumpang sari di lahan BUMDes Desa Aliantan, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia sekaligus penguatan langkah menuju target besar swasembada pangan nasional.

Pengecekan dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Aliantan, Aipda Eddy S. Tampubolon, bersama Kasi Pemerintahan Desa Aliantan, Aprial, dan petani Rahmat Sinaga. Mereka meninjau langsung kondisi tanaman jagung pipil di atas lahan seluas kurang lebih satu hektare yang dikelola oleh Herno, guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal dan produktivitas tetap terjaga.

Berbeda dari pola tanam konvensional, lahan tersebut menerapkan sistem tumpang sari, sebuah metode budidaya yang dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi lahan, menjaga kesuburan tanah, sekaligus memperkuat produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Pendekatan ini diyakini mampu menjadi salah satu solusi memperkuat cadangan pangan masyarakat di tengah tantangan global sektor pertanian.

Bagi Polsek Kabun, keterlibatan dalam pengawasan sektor pangan bukan sekadar pelaksanaan tugas administratif atau agenda seremonial. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian menjadi bagian dari peran aktif institusi dalam mengawal program strategis pemerintah agar berjalan tepat sasaran hingga menyentuh level desa.

Kapolsek Kabun, AKP Efendi Lupino, S.H., menegaskan bahwa cita-cita besar swasembada pangan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat petani sebagai ujung tombak produksi nasional.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan negara. Karena itu, kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga memastikan program strategis pemerintah di sektor pangan berjalan dengan baik. Lahan pertanian yang produktif harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu meningkatkan hasil panen, mengurangi ketergantungan impor, serta memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolsek Kabun.

Menurutnya, pengembangan komoditas jagung memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai penopang kebutuhan pangan nasional, melainkan juga motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan. Produktivitas yang terus meningkat diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Lebih dari sekadar pemantauan lapangan, kegiatan ini merefleksikan kolaborasi nyata antara kepolisian, pemerintah desa, pengelola lahan, dan petani dalam membangun fondasi swasembada pangan dari desa. Sebab, kemandirian pangan tidak semata lahir dari kebijakan besar di pusat, melainkan bertumbuh dari konsistensi menjaga produktivitas lahan di daerah.

Di atas hamparan satu hektare lahan BUMDes Desa Aliantan itu, harapan menuju Indonesia yang mandiri pangan perlahan sedang disemai. Dari tanah yang diolah dengan gotong royong, tumbuh keyakinan bahwa ketahanan negara pada akhirnya juga bertumpu pada kekuatan desa dalam menjaga sumber pangannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *