ROKAN HULU | KUJANGPOST.com- Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M. memperkuat langkah pemerintah daerah menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengoptimalkan peran BPBD, Polres, TNI, perusahaan dan masyarakat.
Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Karhutla 2026 di Aula Polres Rokan Hulu, Sabtu (29/8/2026). Rakor dihadiri Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., S.H., M.Si., Sekretaris BPBD Rokan Hulu Zuljandri Rosa, S.Si., M.M., Satpol PP, TNI, Kejaksaan, perwakilan perusahaan serta Satgas Mandiri Satria Kresna.
Dalam rakor, Bupati mengarahkan BPBD memperkuat pemetaan wilayah rawan, kesiapan sarana dan sumber daya, serta koordinasi penanganan bencana. Langkah tersebut diperkuat Polres melalui deteksi dini, patroli dan kesiapsiagaan personel untuk memastikan potensi kebakaran dapat ditangani sejak awal.
Bupati juga mengarahkan penguatan Satgas Mandiri Satria Kresna melalui pembentukan dua satgas tambahan di wilayah rawan, yakni Rokan IV Koto–Bonai Darussalam dan Rambah–Rambah Samo.
“Kita tidak boleh menunggu api muncul baru bergerak. Pencegahan harus dimulai sekarang, terutama di wilayah rawan. Dengan penguatan Satgas Mandiri, kita ingin memastikan setiap potensi karhutla dapat dideteksi dan ditangani secepat mungkin sebelum meluas,” tegas Anton.
Berdasarkan pemetaan BPBD, Rokan IV Koto, Rambah, Bangun Purba, Kabun dan Bonai Darussalam masuk kategori kerawanan tinggi. Bonai menjadi perhatian khusus karena memiliki karakteristik lahan gambut yang lebih rentan terbakar.
Data Januari hingga 28 Agustus 2026 mencatat 171 titik hotspot dengan luas lahan terbakar 43,75 hektare. Rokan IV Koto mencatat hotspot tertinggi sebanyak 48 titik, sedangkan Bonai Darussalam mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni 15 hektare.
Untuk memperkuat operasi lapangan, Polres Rokan Hulu menyiagakan 329 unit aset operasional, terdiri dari kendaraan, mesin pemadam, peralatan pendukung dan drone observasi. Di sejumlah wilayah rawan juga tersedia 250 fasilitas taktis, meliputi 118 embung, 101 sekat kanal dan 31 menara pantau.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra menegaskan jajarannya siap menggerakkan kekuatan tersebut bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
“Polres Rokan Hulu siap menjadi kekuatan operasional di lapangan. Kami akan memperkuat deteksi dini, patroli dan respons cepat bersama BPBD, TNI, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat agar setiap potensi karhutla dapat segera ditangani,” ujar Kapolres
Rakor tersebut menjadi langkah bersama Pemkab Rokan Hulu untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan mencegah karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (E.I.P)












