Madiun.Kujangpost.com-Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Salah satunya melalui kegiatan Penguatan Kelembagaan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader dan Pemberian Bahan Makanan Tambahan bagi Balita Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur tersebut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi. Hadir pula jajaran OPD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Madiun, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 350 peserta dari Kabupaten Madiun mengikuti penguatan kapasitas, terdiri atas 325 orang dari unsur masyarakat bersama balita dan 25 kader Posyandu. Selain pembinaan kader, kegiatan juga diisi pemberian paket bahan makanan tambahan untuk mendukung pemenuhan gizi balita.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu sekaligus memperkuat kelembagaan Posyandu dalam menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kader Posyandu hingga orang tua. Ia menyebut prevalensi stunting Jawa Timur berdasarkan data SSGI 2024 berada di angka 14,7 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 19 persen.
Arumi juga mengapresiasi capaian Kabupaten Madiun yang berdasarkan hasil Bulan Timbang sebagaimana disampaikan Bupati menunjukkan angka stunting sekitar 5 persen. Ia berharap capaian tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan menuju zero stunting.
“Kalau belum bisa nol, minimal kita jaga jangan sampai ada stunting baru. Stunting yang sudah ada kita dampingi agar pertumbuhannya bisa terkejar, sementara balita lainnya kita jaga agar tidak mengalami stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan sinergi lintas sektor. Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup anak di masa depan.
Bupati menjelaskan, Pemkab Madiun secara rutin melaksanakan Bulan Timbang setiap Februari dan Agustus untuk memperoleh data pertumbuhan balita secara akurat. Berdasarkan hasil Bulan Timbang Agustus dengan tingkat kehadiran mencapai hampir 97 persen, angka stunting Kabupaten Madiun tercatat sekitar 5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan data SSGI 2024 sebesar 12,1 persen.
“Kami berharap data hasil Bulan Timbang ini bisa menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan agar lebih tepat sasaran. Anak-anak yang masih mengalami stunting akan terus kita dampingi supaya pertumbuhannya bisa segera membaik,” ungkapnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi, camat dan kepala desa menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan wilayah, serta tim pembina dan kader Posyandu terus meningkatkan kemampuan dalam memantau tumbuh kembang balita, memberikan edukasi gizi, dan mendampingi keluarga berisiko stunting.
Khusus kepada orang tua, Bupati mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk pemberian ASI eksklusif dan perhatian terhadap pola asuh serta kesehatan anak.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan penguatan kapasitas sebanyak 750 kader Posyandu serta penyaluran 9.750 paket bahan makanan tambahan bagi balita sasaran di 30 kabupaten/kota. Khusus di Kabupaten Madiun, sebanyak 350 paket disalurkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pemenuhan gizi balita.
Bupati berharap penguatan kelembagaan Posyandu, peningkatan kompetensi kader, serta dukungan sarana dan prasarana dapat semakin mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan sinergi pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, upaya mewujudkan generasi Kabupaten Madiun yang sehat, cerdas, dan bebas stunting diharapkan dapat tercapai.












