ROKAN HULU |KUJANGPOST.com – Komitmen Polsek Tandun dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan intensif perkembangan tanaman jagung di lahan Program Ketahanan Pangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Tandun Barat, Bripka Ardo Tua Sitompul, di lahan seluas 0,5 hektare di RT 001 RW 001 Dusun I Padang Gajah, Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (29/6/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal sekaligus mendeteksi sejak dini berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil panen. Pengecekan meliputi persentase daya tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, hingga kondisi kesehatan tanaman sebagai indikator keberhasilan budidaya.
Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung pipil yang ditanam pada 15 Juni 2026 telah berumur sekitar 14 hari dengan tinggi rata-rata 10–30 sentimeter. Secara umum pertumbuhan tanaman berlangsung baik, meski dihadapkan pada tantangan berkurangnya curah hujan yang menyebabkan keterbatasan air serta mulai munculnya hama ulat daun.
Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pengelola lahan agar terus meningkatkan perawatan tanaman melalui penyiraman, pengendalian hama, dan pemeliharaan secara berkelanjutan sehingga produktivitas lahan tetap terjaga hingga masa panen.
Kapolsek Tandun, AKP P. Simatupang, SH, menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan jajaran Polsek Tandun merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program strategis pemerintah di sektor pertanian.
“Pemantauan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan tanaman tumbuh optimal sekaligus mengetahui lebih awal setiap kendala di lapangan sehingga dapat segera ditangani. Kami berkomitmen terus mendampingi masyarakat agar program ketahanan pangan berhasil, produktivitas pertanian meningkat, dan cita-cita swasembada pangan nasional dapat terwujud,” ujar Kapolsek.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, Polsek Tandun tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra petani dalam memperkuat ketahanan pangan. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada pangan nasional.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.












