Rokan Hulu | KUJANGPOST.com- Polsek Tambusai Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada petani dan kelompok tani binaan desa.
Sebagai wujud nyata program Polisi Cinta Petani, Bhabinkamtibmas Desa Simpang Harapan BRIPKA Asro Nugroho melaksanakan monitoring penyerapan hasil panen jagung pipil oleh Bulog Kampar Gudang Batas, Rabu (06/05/2026), di Gudang Bulog Kampar Gudang Batas, Desa Tambusai, Kecamatan Tambusai.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan aktif Polsek Tambusai Utara terhadap program ketahanan pangan, mulai dari proses penanaman hingga penyerapan hasil panen petani.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Gudang Bulog Kampar Gudang Batas Tambusai, Ronald Martimbang, Petugas Pemeriksa Kualitas Unit Bisnis Jastasma Bulog Kampar Hendra Sakti Simamora, serta anggota kelompok ketahanan pangan Desa Simpang Harapan, Mujiono.
Jagung pipil yang diserap Bulog merupakan hasil Program Ketahanan Pangan Desa Simpang Harapan yang sebelumnya mendapat pendampingan dari Polsek Tambusai Utara. Penanaman dilakukan sejak 15 Desember 2025 di lahan seluas ±1,8 hektare dan dipanen pada 15 April 2026.
Dari hasil panen tersebut, Bulog menyerap jagung pipil sebanyak 3.950 kilogram dengan kadar air antara 12,5 hingga 13 persen dan kadar jamur 20, dengan harga pembelian Rp6.400 per kilogram.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mendukung petani dan mengawal program ketahanan pangan agar berjalan maksimal di wilayah hukum Polsek Tambusai Utara.
“Polsek Tambusai Utara berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak dan pendamping petani agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi dan terserap dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sebagai bentuk sinergi nyata antara Polri, petani, dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.












