Rokan Hulu | KUJANGPOST.com-Komitmen Polri dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan terus diwujudkan melalui langkah nyata yang menyentuh langsung sektor pertanian masyarakat. Salah satunya dilakukan Polsek Rokan IV Koto dengan melaksanakan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Suligi, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan pemantauan yang berlangsung di lahan seluas sekitar dua hektare tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat swasembada pangan yang berkelanjutan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang berusia sekitar 30 hari menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa tanaman yang belum tumbuh optimal dan lahan diketahui belum mendapatkan pemupukan. Dengan kondisi tersebut, panen diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.
Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H., mengatakan bahwa pemantauan rutin dilakukan sebagai bentuk pendampingan dan dukungan kepada petani agar proses budidaya tanaman jagung dapat berjalan maksimal hingga masa panen.
“Polri berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Melalui pemantauan dan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap para petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar IPTU Dodi Ripo Saputra.
Selain berperan dalam meningkatkan ketersediaan pangan, pengembangan komoditas jagung juga memiliki nilai strategis dalam mendukung hilirisasi sektor pertanian. Hasil panen jagung tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat diolah menjadi pakan ternak serta berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di pedesaan.
Upaya peningkatan produksi pertanian juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan lahan secara produktif, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjamin keberlangsungan produksi pangan di masa mendatang.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah konkret seperti pemantauan perkembangan tanaman jagung menjadi bukti komitmen Polri dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.












