ROKAN HULU|KUJANGPOST.com — Program ketahanan pangan di Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto, memasuki fase penting. Tanaman jagung yang dikembangkan di lahan sekitar satu hektare kini telah berusia 116 hari dan berada pada tahap akhir sebelum masa panen.
Sebagai bagian dari peran Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Polsek Rokan IV Koto memantau langsung perkembangan tanaman tersebut di lapangan, Selasa (15/9/2026). Personel memeriksa kondisi tanaman utama sekaligus melihat perkembangan tanaman sisip di lahan tersebut.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar tanaman tumbuh dengan baik. Namun, sejumlah tanaman terserang hama hingga mati. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk mempertahankan produktivitas lahan hingga masa panen.
Tanaman jagung itu diperkirakan dapat dipanen pada pertengahan hingga akhir September 2026. Perkiraan panen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan pangan di tingkat desa.
Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H., mengatakan keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga konsistensi dalam menjaga tanaman hingga menghasilkan.
“Yang dibangun bukan hanya lahannya, tetapi kesinambungan produksinya. Setiap perkembangan perlu dijaga agar upaya ketahanan pangan di tingkat desa dapat terus memberi hasil dan memperkuat swasembada pangan nasional,” ujar IPTU Dodi.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polsek Rokan IV Koto terhadap keberlanjutan program ketahanan pangan pemerintah, sekaligus mendorong lahan produktif terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.












