Pasir Pengaraian | kujangost.com – Dalam rangka meningkatkan pembinaan kepribadian dan memperkuat nilai-nilai spiritual, warga binaan beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan ibadah di Gereja Oikumene, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ibadah tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan bagi warga binaan beragama Kristen sebagai bagian dari pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas Pasir Pangarayan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dalam suasana yang aman dan kondusif.
Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Andi Rahman, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Kami berharap melalui ibadah rutin ini, warga binaan dapat meningkatkan keimanan, memperkuat nilai-nilai moral, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Andi Rahman mewakili Kalapas Efendi P. Purba.
Ia menambahkan bahwa Lapas Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang positif kepada seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Dengan demikian, setiap warga binaan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya sekaligus memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan ibadah di Gereja Oikumene ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin, memperkuat nilai toleransi, serta mendukung keberhasilan program pembinaan di Lapas Pasir Pangarayan.
Melalui pembinaan kepribadian yang berkelanjutan, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya membentuk warga binaan yang memiliki keimanan, kepribadian yang lebih baik, dan kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.












