ROKAN HULU | kujangpost.com — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mematangkan arah pembangunan Istana Raja Rambah setelah menuntaskan ekspos akhir kajian penelitian di Hotel Razqa, Pasir Pengaraian, Senin (5/10/2026).
Kajian tersebut membahas sejumlah aspek penting, mulai dari sejarah kawasan, nilai adat dan budaya, karakter arsitektur hingga prinsip pelestarian. Hasil penelitian itu menjadi bahan pemerintah untuk menyusun arah pembangunan dan menentukan tahapan berikutnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Pj Sekretaris Daerah Drs. H. Yusmar, M.Si. menekankan pentingnya menerjemahkan hasil kajian ke dalam perencanaan yang matang. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan Istana Raja Rambah tetap memiliki pijakan yang kuat sekaligus mempertahankan karakter sejarah, adat dan budaya Luhak Rambah.
“Kita ingin keputusan pembangunan ini lahir dari proses yang matang, bukan dari perkiraan. Apa yang ditemukan dan direkomendasikan melalui kajian harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan desain, tahapan, hingga kebijakan selanjutnya,” ujar Drs. H. Yusmar, M.Si.

Ekspos akhir tersebut dibuka secara resmi melalui pemukulan gong, menandai dimulainya pemaparan hasil penelitian dan pembahasan rencana pembangunan Istana Raja Rambah.
Raja Luhak Rambah XI Dr. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., menilai hasil kajian perlu diteruskan ke tahap perencanaan dan perancangan. Menurutnya, pembangunan Istana Raja Rambah harus memiliki konsep yang kuat sekaligus mampu merepresentasikan identitas Luhak Rambah.
“Yang penting setelah kajian ini selesai, hasilnya benar-benar menjadi rujukan dalam proses berikutnya. Kita ingin konsep dan rancangan Istana Raja Rambah mampu menggambarkan identitas Luhak Rambah secara tepat, sehingga pembangunan ini memiliki arah yang jelas dan tidak kehilangan nilai yang menjadi dasar pembentukannya,” ujarnya
Memasuki tahap berikutnya, Pemkab Rokan Hulu akan mematangkan dokumen perencanaan sesuai ketentuan, termasuk Kerangka Acuan Kerja (KAK), Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tahapan tersebut menjadi langkah untuk menerjemahkan hasil kajian ke dalam konsep pembangunan yang lebih konkret.

Ekspos tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rokan Hulu H. Helfiskar, S.H., M.H., Kepala Bidang Kebudayaan Zulfikal Padri, S.St., M.Si., sejarawan Drs. H. Ridwan Melay, M.Hum., ahli arsitektur UIR Ir. Yohanes Firzal, S.T., M.T.,M.Eng., Ph.D., IPU, Peneliti Dr. Ar. Gun Faisal, S.T., M.Sc., IAI Jamhur Poti, Ph.D., serta peserta kajian.
Setelah kajian dituntaskan, Pemkab Rokan Hulu kini bersiap membawa rencana Istana Raja Rambah ke tahap perencanaan yang lebih konkret, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menjaga warisan sejarah, adat dan budaya.












