RiauRokan HuluTNI/POLRI

RSUD Rohul Klarifikasi Ketersediaan Serum Anti Bisa Ular, Pasien Gigitan Ular Dirujuk ke RS Insani

Kujang Post
12
×

RSUD Rohul Klarifikasi Ketersediaan Serum Anti Bisa Ular, Pasien Gigitan Ular Dirujuk ke RS Insani

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu | KUJANGPOST.com- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu, dr. Zuldi Afki, Sp.P, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya kekosongan Serum Anti Bisa Ular (antivenom). RSUD menegaskan bahwa serum tersebut tersedia, namun terdapat kendala pada akses distribusi obat di luar jam operasional farmasi.

Peristiwa terjadi pada Minggu (31/05/2026) malam, ketika seorang pasien gigitan ular datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rohul untuk mendapatkan penanganan medis.

Setibanya di IGD, petugas medis langsung memberikan tindakan pertolongan pertama sesuai standar prosedur kegawatdaruratan. Namun, dalam proses penanganan lanjutan, terjadi kendala pada akses pengambilan obat antivenom yang berada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan karena layanan farmasi tidak beroperasi pada malam hari.

“Stok antivenom sebenarnya tersedia di RSUD Rohul, namun pada saat kejadian terdapat kendala akses distribusi obat di luar jam operasional farmasi. Oleh karena itu, kami mengambil langkah rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kesiapan pemberian antivenom untuk mempercepat penanganan pasien,” ujar dr. Zuldi Afki, Sp.P, Rabu (03/06/2026).

Pihak RSUD kemudian segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan guna memastikan pasien mendapatkan terapi lanjutan tanpa penundaan waktu yang lebih lama.

Humas RSUD Rohul, Sogiren, SKM., MM, menegaskan bahwa seluruh tindakan medis awal telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kegawatdaruratan, dan tidak terdapat penolakan terhadap pasien.

“Pasien tetap mendapatkan penanganan awal di IGD sesuai prosedur. Rujukan dilakukan semata-mata untuk memastikan pasien segera mendapatkan antivenom di fasilitas yang siap memberikan terapi lanjutan,” jelasnya.

Direktur RSUD Rohul juga menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga ketersediaan obat-obatan esensial, termasuk antivenom, serta melakukan evaluasi terhadap sistem layanan farmasi agar ke depan dapat lebih responsif, termasuk untuk kondisi darurat di luar jam operasional.

“Ke depan kami akan memperkuat sistem kesiapsiagaan layanan farmasi agar akses obat emergensi dapat lebih cepat dan optimal,” tambahnya.

Pihak keluarga pasien menyampaikan bahwa mereka memahami langkah medis yang diambil serta mengapresiasi penanganan awal yang dilakukan petugas IGD RSUD Rohul.

“Alhamdulillah kondisi pasien saat ini sudah membaik setelah mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas rujukan dan sudah dapat kembali beraktivitas,” ujar pihak keluarga.

Dengan demikian, RSUD Rohul menegaskan bahwa pelayanan kegawatdaruratan tetap berjalan sesuai SOP, dan rujukan dilakukan sebagai langkah medis untuk memastikan pasien memperoleh penanganan terbaik dan tercepat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *