RiauRokan Hulu

Raja Rambah ke- XI Hadiri HKN 2026, Angkat Marwah Adat Melayu Rohul

Kujang Post
14
×

Raja Rambah ke- XI Hadiri HKN 2026, Angkat Marwah Adat Melayu Rohul

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU | KUJANGPOST.com- Raja Rambah XI, Dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, Gelar Yang Dipertuan Besar, menghadiri puncak Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di halaman Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru, Minggu (18/10/2026), pukul 08.00 WIB. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan adat Melayu Rokan Hulu sebagai bagian dari kebudayaan nasional.

Raja Rambah XI Yang Dipertuan Besar hadir bersama sejumlah raja dan pemangku adat dari Lima Luhak Rokan Hulu, yakni Tengku Darmizal bergelar Sultan Ahmad, H. Tengku Endrizal, S.E., bergelar Sultan Mahkota Alam, H. Tengku Indra Jaya bergelar Yang Dipertuan Besar, serta Tengku Mohammad Roem bergelar Yang Dipertuan Muda.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen Rokan Hulu menampilkan beragam tradisi daerah, mulai dari silek tiga bulan, gondang barogong, Barisan Tuanku Tambusai, zikir ratik togak, hingga cegak dari Suku Bonai. Kontingen juga membawa manuskrip dan maket Istana Raja Rambah sebagai representasi warisan sejarah daerah.

Ia tampil mengenakan busana adat Cekak Musang berwarna kuning keemasan lengkap dengan tanjak. Kehadiran rombongan adat tersebut memperlihatkan kekayaan tradisi Melayu Rokan Hulu dalam perhelatan kebudayaan yang mengangkat keberagaman Indonesia.

“Kehadiran kami dalam Hari Kebudayaan Nasional ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan dan memperkuat eksistensi adat Melayu Rokan Hulu sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Kami berharap keberagaman budaya dapat terus menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai luhur adat masing-masing,” ujar Raja Rambah XI, Dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, Gelar Yang Dipertuan Besar.

Puncak HKN 2026 turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang disebut juga menyandang gelar adat Minangkabau Datuak Bijo Dirajo Nan Kuning. Kegiatan tersebut dimeriahkan arak-arakan keberagaman yang melibatkan ribuan peserta.

Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menjelaskan bahwa arak-arakan tersebut melambangkan persatuan di tengah perbedaan. Empat jalur arak-arakan dikaitkan dengan empat sungai besar di Riau, yakni Sungai Rokan, Siak, Kampar, dan Indragiri.

Di Rokan Hulu, upaya menjaga warisan sejarah juga dilakukan melalui kajian sejarah, adat, dan arsitektur Istana Raja Rambah. Pada Oktober 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rokan Hulu bersama tim ahli dan akademisi menyelesaikan pemaparan akhir kajian tersebut.

Kajian itu melibatkan sejarawan Drs. H. Ridwan Melay, M.Hum., serta ahli arsitektur Dr. Ar. Gun Faisal, S.T., M.Sc., IAI., dan Ir. Yohanes Firzal, Ph.D. Hasil kajian diharapkan menjadi landasan bagi perencanaan pelestarian atau rekonstruksi Istana Raja Rambah, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pelestarian Istana Raja Rambah juga memerlukan sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memperkuat perencanaan pelestarian sekaligus menjadi bahan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan sesuai kebijakan dan mekanisme yang berlaku.

Kehadiran Raja Rambah XI Yang Dipertuan Besar dalam HKN 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi adat Melayu Rokan Hulu di tengah keberagaman budaya Indonesia. Pelestarian adat, sejarah, dan peninggalan leluhur, termasuk Istana Raja Rambah, diharapkan terus berlanjut agar warisan tersebut tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *