Madiun.Kujangpost.com-Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun kembali menggelar ziarah makam auliya dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Setelah sebelumnya berziarah ke makam auliya di Sewulan, kali ini kegiatan dilaksanakan di kompleks Makam Kyai Ageng Anom Besari, Desa Kuncen, Kecamatan Mejayan, Caruban, Jumat (16/10/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, anggota DPRD, para kiai dan ulama, jajaran Muspika Kecamatan Mejayan, serta pengurus NU dari berbagai tingkatan, mulai Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, lajnah, hingga pimpinan Ansor dan Banser. Ratusan jemaah dan masyarakat turut memadati kompleks makam untuk mengikuti doa bersama.
Ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan leluhur yang telah berperan besar dalam penyebaran agama Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap bangsa. Kyai Ageng Anom Besari, yang dikenal pula sebagai Raden Neda Kusuma atau Ki Ageng Nggrabahan. Beliau dikenal sebagai ulama penyebar agama Islam sekaligus ayah dari Kiai Ageng Hasan Besari Ponorogo.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Madiun, H. Muh. Tafrikhan, dalam sambutannya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Madiun terhadap rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan NU menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain ziarah makam auliya, rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Madiun juga diisi dengan sejumlah kegiatan. Di antaranya gerakan membersihkan dan memakmurkan masjid, khotmil Quran, serta pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan pondok pesantren, yayasan, dan madrasah. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran santri dan pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 melalui apel bersama di Pendopo Ronggo Djoemeno. Sejumlah agenda juga disiapkan dengan melibatkan kalangan pesantren dan masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara ulama, umara, santri, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Madiun.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional, yang telah dimulai sejak 4 Oktober dan dijadwalkan berlangsung hingga 22 Oktober 2026. Ia berharap seluruh kegiatan berjalan lancar dan mendapat rida Allah SWT, sekaligus membawa keberkahan bagi Kabupaten Madiun.
Bupati mengajak masyarakat menjadikan ziarah sebagai momentum untuk mendoakan para leluhur sekaligus meneladani perjuangan mereka dalam membangun daerah. Menurutnya, Kabupaten Madiun yang dapat dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan amanah dari generasi terdahulu yang harus dijaga serta dilanjutkan oleh generasi penerus.
“Marilah kita senantiasa bersyukur dan istiqamah dalam menjalankan amanah yang diberikan kepada kita. Semoga kita mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga Kabupaten Madiun menjadi daerah yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.
Bupati juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar dirinya bersama Wakil Bupati dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjalankan amanah kepemimpinan dengan sebaik-baiknya.
Usai doa bersama, Bupati Madiun dan Wakil Bupati bersama para ulama melaksanakan tabur bunga di makam Kyai Ageng Anom Besari. Kegiatan ditutup dengan harapan agar nilai-nilai perjuangan para ulama senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta membangun Kabupaten Madiun yang religius, harmonis, dan sejahtera.












