ROKAN HULU|Riau, kujangpost.com — Tidak ada yang tampak istimewa dari sebuah dapur sederhana jika dilihat sepintas. Namun, dari ruang kecil itulah Rika Ratna Yuningsih (32) perlahan mengubah arah hidupnya.
Di SP 4, Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, perempuan lulusan SMK jurusan akuntansi itu kini mengembangkan RRY Cake and Cookies, usaha yang memproduksi beragam kue kering dan kue basah.
Sebelum menjadi pelaku usaha, Rika bekerja di sebuah dealer kendaraan bermotor di Ujung Batu. Pekerjaan itu dijalaninya hingga kehamilannya memasuki usia delapan bulan. Jarak tempat tinggal di Kepenuhan Jaya dengan tempat kerja membuatnya akhirnya memilih berhenti.
Setelah melahirkan, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengurus anak dan keluarga. Hingga suatu ketika, kegemaran membuat kue membawanya mencoba sesuatu yang baru.
Rika mulai membuat donat kentang di rumah. Awalnya, kue itu tidak dijual. Ia membawanya ke pengajian dan kegiatan warga untuk dibagikan. Dari sana, orang-orang mulai mengenal rasa buatannya dan menyarankan agar donat tersebut dijadikan usaha.

“Karena saya suka donat, jadi coba-coba buat sendiri pakai kentang. Hasilnya ternyata enak. Kalau ada acara pengajian atau rewangan dekat rumah, saya selalu buat untuk dibawa ke acara tersebut,” tuturnya.
Pada 2018, Rika memberanikan diri berjualan. Modal awalnya sekitar Rp100 ribu, ditambah mixer tua milik ibunya. Donat menjadi produk pertama yang dipasarkan.

Peralatan terbatas membuatnya menjalankan usaha secara perlahan. Rika belajar membuat berbagai jenis kue secara otodidak melalui buku resep dan internet. Tidak semua percobaan berhasil. Beberapa resep harus dibuat berulang kali hingga rasa dan teksturnya sesuai.
Keinginan memperdalam keterampilan membawanya mengikuti pelatihan tata boga di Balai Latihan Kerja (BLK) Rambah ketika anaknya masih berusia sembilan bulan. Ia mempelajari teknik pengolahan bakery, pastry, cake, hingga sanitasi dan keamanan pangan.

Dari donat, produk Rika berkembang menjadi pastel, sus, pie, bolu gulung, bolu pandan, roti pizza, roti isi abon, bolen pisang hingga berbagai jenis cake. Ia juga menerima pesanan kue ulang tahun dan cake untuk pesta pernikahan.
Pemasaran mula-mula dilakukan dari rumah. Rika memanfaatkan media sosial dengan mengunggah foto produknya. Pesanan datang dari tetangga, pelanggan lama, hingga rekomendasi dari orang ke orang.
Saat itu, produksi masih bergantung pada pesanan. Dalam sehari, omzetnya terkadang hanya sekitar Rp300 ribu dengan produksi sekitar 50 buah karena keterbatasan modal.
Rika kemudian bergabung dalam kelompok UMKM Lestari Jaya. Dari kelompok tersebut, ia memperoleh kesempatan bertemu dengan pelaku usaha lain, bertukar pengalaman, sekaligus membuka jejaring yang lebih luas.
Pesanan pun mulai meningkat, termasuk kue kotak untuk arisan dan berbagai kegiatan. Namun, pertumbuhan itu menghadirkan persoalan baru. Mixer tua milik ibunya mulai kewalahan mengolah adonan dalam jumlah besar. Oven rumah tangga pun memiliki kapasitas terbatas.


Rika membeli beberapa mixer tambahan, oven tangkring, dan menambah kapasitas kompor. Ia juga mulai mempekerjakan tiga perempuan muda dari lingkungan sekitar. Ketiganya sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah; salah satunya baru tamat SMK, sementara lainnya pernah bekerja sebagai tenaga pembrondol.


Masing-masing menerima upah Rp1,5 juta per bulan. Kehadiran mereka membantu Rika menangani pesanan sekaligus membuka kesempatan kerja bagi perempuan di lingkungannya.
Ketika kebutuhan produksi semakin besar, Rika membutuhkan dukungan peralatan dan penguatan usaha. Kesempatan itu datang pada 16 Mei 2022.

Rika bersama 11 pelaku UMKM Lestari Jaya mendapat pembinaan dari PT Eka Dura Indonesia (PT EDI), perusahaan kelapa sawit bagian dari Astra Agro Lestari, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Rika menerima mixer CDI dan bantuan modal usaha. Dukungan tersebut datang ketika usahanya telah memiliki pasar, tetapi kapasitas produksinya masih terbatas.


Peralatan baru membantu mempercepat proses produksi dan membuat Rika mampu mengerjakan pesanan lebih banyak. Omzet usahanya kemudian berkembang menjadi sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari, dengan omzet bulanan sekitar Rp20,8 juta. Sepanjang Januari hingga Juni, total penjualan tercatat sekitar Rp125 juta.
Sebagian hasil penjualan kembali diputar untuk mengembangkan usaha, termasuk memperbaiki peralatan dan tempat produksi.

Pembinaan PT EDI tidak berhenti pada bantuan peralatan dan modal. Pada tahap berikutnya, Rika dan anggota UMKM Lestari Jaya mendapat pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memanfaatkan teknologi digital.
Salah satunya melalui pemanfaatan fitur Live Streaming Facebook. Media sosial yang sebelumnya hanya menjadi etalase produk mulai digunakan sebagai sarana pemasaran yang lebih aktif.
Produk tidak lagi hanya ditawarkan kepada pelanggan di sekitar tempat tinggal. Media digital membuka kesempatan bagi UMKM Lestari Jaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Pembinaan tersebut juga mendorong penguatan legalitas. Produk UMKM Lestari Jaya memperoleh sertifikasi halal pada 12 Juni 2023. Bagi Rika, sertifikasi itu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan kelas usaha.
Kesempatan lain datang ketika Rika membawa nama UMKM Lestari Jaya dalam lomba yang digelar Majalah Sawit Indonesia. Produk Triple Chocolate Muffin buatannya berhasil meraih Juara 3 tingkat nasional.
Perjalanan Rika menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak selalu tumbuh dari modal besar. RRY Cake and Cookies bermula dari Rp100 ribu, mixer tua, dan kegemaran membuat donat.

Dari dapur sederhana itu, Rika belajar, membangun pasar, mempekerjakan orang lain, menerima pembinaan, memanfaatkan pemasaran digital hingga membawa produknya meraih prestasi nasional.
Bagi Rika, perjalanan tersebut belum selesai. Namun satu hal telah berubah: dapur yang dahulu menjadi tempat mencoba resep kini telah menjadi ruang usaha yang membuka penghasilan, membangun pasar, dan memberi kesempatan bagi orang lain untuk ikut tumbuh.***










