JatimJawa TimurMagetanSosial dan Kebudayaan

Bersih Desa Pingkuk, Merawat Warisan Leluhur di Tengah Gempuran Zaman

0
×

Bersih Desa Pingkuk, Merawat Warisan Leluhur di Tengah Gempuran Zaman

Sebarkan artikel ini

MAGETAN. Kujangpost.com – Punden Dukuh Banjar, Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, kembali dipenuhi warga, Jumat (14/8/2026). Memasuki bulan Agustus, masyarakat setempat menggelar tradisi Bersih Desa, sebuah ritual budaya yang hingga kini masih dirawat dan diwariskan secara turun-temurun.

Bukan sekadar ritual tahunan. Bersih Desa bagi warga Pingkuk menjadi momentum untuk mengenang leluhur, merawat lingkungan sekaligus mempererat tali persaudaraan. Di bawah rindangnya pepohonan punden, pemerintah desa dan masyarakat membaur dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong.

Sapu lidi, doa, serta berbagai perlengkapan tradisi berpadu dengan semangat warga yang bekerja bersama. Tak ada sekat antara perangkat desa dan masyarakat. Semuanya larut dalam satu tujuan: menjaga warisan budaya agar tetap hidup.

Bagi masyarakat Pingkuk, Punden Dukuh Banjar memiliki nilai sejarah dan kultural tersendiri. Karena itu, Bersih Desa menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Di sini kita bukan hanya membersihkan tempat, tapi juga membersihkan hati dan mempererat silaturahmi,” ujar salah seorang warga.

Kepala Desa Pingkuk, Ajis Santoso, mengatakan tradisi Bersih Desa merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Bersih desa ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Kami berharap kegiatan ini tetap dilestarikan generasi berikutnya. Selain penghormatan kepada tradisi dan leluhur, ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan warga,” katanya.

Menurut Ajis, pelaksanaan Bersih Desa setiap bulan Suro juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melupakan akar sejarah desanya. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan dan budaya lokal.

“Yang terpenting adalah kebersamaan dan gotong royong. Mari kita jaga warisan budaya yang ada di desa agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi muda,” imbuhnya.

Suasana hangat, tawa, dan kerja bersama pun mewarnai kegiatan tersebut. Warga bahu-membahu membersihkan kawasan punden, sembari mengikuti rangkaian tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Bersih Desa Pingkuk menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus membuat masyarakat kehilangan jati dirinya.

Sebab, selama tradisi masih dirawat, gotong royong tetap tumbuh, dan generasi muda mau mengenal sejarah leluhurnya, identitas Desa Pingkuk akan tetap hidup.

Bersih Desa pun bukan hanya tentang membersihkan sebuah tempat. Lebih dari itu, ia adalah cara masyarakat Pingkuk menjaga ingatan, merawat kebersamaan, dan meneguhkan akar budaya sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Magetan.

Editor: Arni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *