JatimJawa TimurKesehatanMagetan

Kampung Sehati Ngiliran Bergerak, Dinkes Magetan Kawal Percepatan Sanitasi Layak bagi Warga

7
×

Kampung Sehati Ngiliran Bergerak, Dinkes Magetan Kawal Percepatan Sanitasi Layak bagi Warga

Sebarkan artikel ini

 

Magetan.Kujangpost.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui dukungan program Kampung Sehati yang digelar di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi sebagai upaya percepatan akses sanitasi layak tersebut dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, perwakilan kecamatan, LKC Dompet Dhuafa Jawa Timur, unsur Forkopimca, jajaran kepolisian, TNI, hingga tokoh masyarakat setempat.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan sanitasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Dalam forum tersebut,Rahmat SKM perwakilan LKC Dompet Duafa Jawa Timur menegaskan bahwa program bantuan harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan selalu bicara output, tetapi harus ada outcome. Jika tidak ada outcome, maka output yang dilakukan menjadi sia-sia,” ujar Rahmat.

Menurutnya, outcome yang dimaksud adalah perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat setelah mendapatkan bantuan sanitasi.

Data yang dihimpun menunjukkan, awalnya terdapat 21 usulan penerima manfaat. Setelah dilakukan verifikasi dan pendataan lanjutan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, jumlah tersebut bertambah menjadi 38 calon penerima manfaat. Hingga kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 36 warga telah menyelesaikan proses pendaftaran.

Peran aktif Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan dalam proses verifikasi data dan pendampingan teknis menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mendukung target peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis data, Dinas Kesehatan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong perubahan pola hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.

Adapun dukungan material yang disiapkan dalam program ini meliputi gorong-gorong, semen, paralon, besi, hingga kloset sebagai komponen utama pembangunan jamban sehat.

Rahmat menjelaskan, bantuan yang diberikan sebesar Rp500 ribu untuk setiap unit jamban, sementara kebutuhan riil pembangunan diperkirakan mencapai Rp2 juta per unit.

“Bantuan yang diberikan hanya Rp500 ribu per jamban, sedangkan biaya pembangunannya diperkirakan mencapai Rp2 juta. Kekurangan anggaran akan ditanggung oleh desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa dapat memanfaatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Panekan sebagai solusi pembiayaan tambahan.

“BUMDesma Panekan sudah berjalan dan memberikan SHU. Nantinya dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung program ini. Kami sudah berdiskusi dengan kepala desa, mengingat saat ini ada efisiensi dana desa,” imbuhnya.

Dengan keterlibatan aktif Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, program Kampung Sehati di Desa Ngiliran diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan jamban sehat, tetapi juga mampu menciptakan perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benar dirasakan warga, bukan sekadar memenuhi target administrasi semata.(Arni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *