Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat & Aktivis Islam
KUJANGPOST.com — Lagi-lagi, Saudi Arabia kembali menampakan sikap culas pada saudara muslim sekaligus pelayanannya pada Amerika. Saudi yang berungkali bungkam atas serangan Israel dan Amerika ke Palestina, kini tiba-tiba mengecam serangan balasan Iran.
Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi yang dikutip media resmi seperti Saudi Gazette dan kantor berita internasional Reuters, Riyadh mengecam keras apa yang disebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara sahabat. Saudi juga menegaskan kesiapan untuk “mengerahkan seluruh kapabilitasnya” guna mendukung keamanan dan stabilitas kawasan.
Pernyataan tersebut merupakan dukungan penuh kepada Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania setelah serangan rudal yang dilaporkan diluncurkan Iran ke sejumlah negara Teluk.
Saudi terlalu naif, karena menyalahkan serangan balasan Iran tanpa melihat penyebab serangan adalah Amerika dan Israel. Saudi juga tutup mata, yang diserang Iran adalah objek militer Amerika di Bahrain, UEA dan Qatar.
Semestinya, yang pertama disoal adalah kenapa Amerika menyerang Iran. Selanjutnya, kenapa negara-negara arab mengizinkan wilayah teritorialnya dijadikan pangkalan militer Amerika. Padahal Amerika, adalah negara penjajah yang nyata.
Saudi sendiri, tidak pernah sekalipun menembakan rudal, mengirim pesawat atau minimum mengirim satu tentara untuk menyerang Israel, untuk membela saudara muslim di Palestina. Saudi, beberapa tahun lalu bahkan taklid buta pada Amerika dengan melakukan serangan brutal ke Yaman hanya dengan dalih menghilangkan ancaman entitas Syiah di Yaman.
Hingga hari ini, tidak ada satupun negeri yang dijajah Yaman maupun Iran, yang diklaim sebagai negeri Syiah. Adapun kejahatan Amerika, bukan hanya telah begitu nyata dirasakan oleh negeri negeri Islam, bahkan hingga menjangkau Venezuela dengan menculik Presidennya.
Saudi mengikuti peta jalan Amerika untuk memecahbelah umat Islam, dengan narasi Sunni Syiah. Padahal, begitu banyak peran ulama syiah -tanpa mengesampingkan peran ulama sunni- yang diperiode lampau telah memberikan sumbangan nyata membangun peradaban Islam.
Bahkan, Kitab Nailul Authar (lengkapnya: Nail al-Authar syarh Muntaqa al-Akhbar) adalah kitab hadis hukum monumental karya Imam Asy-Syaukani (1172-1250 H) yang berasal dari Syiah, biasa menjadi referensi ilmu bagi umat Islam bermazhab Sunni.
Dahulu, mahzab fiqh Islam (imam yang empat), juga rukun berdampingan membentuk entitas bersama sebagai umat Islam. Sepanjang periode Kekhilafahan Islam, seluruh mahzab, Sunni Syiah, bahkan orang orang kafir hidup rukun berdampingan dibawah naungan panji Islam.
Saudi, yang merupakan negara yang memberontak dari kekhilafahan Islam Turki, telah ikut melanggengkan perpecahan dengan memisahkan diri dari kekuasaan Khilafah dan mendirikan sistem kerajaan. Jadi wajar, jika hari ini Saudi lebih berkhidmat pada Amerika ketimbang kepada umat Islam.
Wahai umat Islam, lihatlah !
Para penguasa di negeri kalian, telah begitu telanjang mempertontonkan pengkhianatan pada Islam dan kaum muslimin. Mereka, lebih memberikan al Wala (loyalitas) kepada Amerika ketimbang kepada Islam.
Amerika terus mencaplok negeri Islam, seperti hidangan yang diperebutkan diatas nampan, berebut bersama China, Rusia, Inggris, Perancis, dan negara kafir lainnya.
Sementara saudara kalian, baik yang di Yaman maupun di Iran, terbukti adalah dua negeri yang berani melawan Amerika dan memberikan pembelaan terhadap Palestina. Karena itu, dukung dan tolonglah saudara kalian.
Wahai Iran dan Yaman, kekuatan kalian tetap saja tidak signifikan untuk membuat serangan balasan yang mematikan, kecuali serangan sebatas pertahanan. Karena itu, segera fikirkan konsolidasi dan penyatuan umat Islam melalui tegaknya Khilafah islamiyah yang dijanjikan. Sebab, hanya dengan Khilafah Amerika bisa dibungkam dan entitas zionis Israel bisa dihapus dari bumi.
Sungguh, siapapun yang menerima seruan kebangkitan Islam, melalui tegaknya sistem Khilafah, akan ditakdirkan menjadi bangsa yang besar, yang mampu memanggul amanah untuk memakmurkan bumi, menerapkan Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru alam.
Wahai umat Islam, bersatulah ! Allahu Akbar !












