ROKAN HULU | KUJANGPOST.com-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu semakin diperkuat menjelang musim kemarau 2026. Jajaran kepolisian bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) menggelar rapat koordinasi serentak di sejumlah wilayah, Senin (13/4/2026), guna memastikan kesiapsiagaan dini dan sinergi lintas sektor.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Pendalian IV Koto dan Aula Kantor Camat Kabun, dengan melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan.
Kapolsek Rokan IV Koto, IPTU Dodi Ripo Saputra, menegaskan bahwa bulan April menjadi fase awal penguatan kampanye pencegahan karhutla di wilayah Riau. Hal ini seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Niño yang diprediksi memicu musim kemarau panjang pada 2026.
“Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Lebih baik mencegah daripada menghadapi dampak kabut asap yang luas,” ujarnya.
Ia menekankan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam mensosialisasikan larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah desa dan pihak perusahaan diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk melakukan pengecekan rutin peralatan.
“Apel kesiapsiagaan juga akan dilaksanakan dengan melibatkan personel, masyarakat, dan peralatan sebagai langkah konkret menghadapi musim kemarau,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pendalian IV Koto Rika Meriza menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam pencegahan karhutla. Ia meminta setiap desa aktif melakukan sosialisasi dan menyiapkan perlengkapan siaga, serta melibatkan MPA sebagai ujung tombak di lapangan.
“Seluruh elemen harus bergerak bersama agar potensi karhutla bisa dicegah sedini mungkin,” katanya.
Di Kecamatan Kabun, Camat Anang Perdana Kusuma juga menegaskan kesiapsiagaan pemerintah desa dalam menghadapi potensi karhutla. Ia menyebut sejumlah wilayah rawan, seperti Batu langkah Besar, Koto Ranah, Kabun, Aliantan, dan Bencah Kusuma, perlu mendapat perhatian khusus.
“Pemerintah desa harus responsif, menyiagakan peralatan, memastikan kesiapan mesin pompa air dan selang, serta mengaktifkan kembali MPA,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kendala di lapangan, seperti medan sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, dan minimnya logistik. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla.
“Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama,” tegasnya.
Kapolsek Kabun AKP Efendi Lupino menambahkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Rokan Hulu diperkirakan mulai memasuki musim kemarau panjang pada akhir April 2026. Untuk itu, diperlukan langkah mitigasi sejak dini melalui sinergi seluruh pihak.
“Kita perlu mendata wilayah rawan, meningkatkan sosialisasi, serta memastikan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Perwakilan Manggala Agni, Zulfikri, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pencegahan hingga penanganan karhutla di lapangan. Dengan dukungan personel dan peralatan yang memadai, koordinasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa akan terus diperkuat.
Secara keseluruhan, hasil rapat koordinasi di berbagai kecamatan tersebut menghasilkan komitmen bersama seluruh pihak untuk meningkatkan koordinasi, kesiapsiagaan, serta sinergi dalam mencegah dan menanggulangi karhutla di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, serta diharapkan mampu memperkuat kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi karhutla tahun 2026. *(Humas Polres Rohul)*












