Rokan Hulu | KUJANGPOST.com — Dalam upaya melestarikan adat serta memperkuat garis keturunan bangsawan, keluarga besar Rumah Bugonjong menggelar Musyawarah Pucuk Puak di Hotel Razqa, Rokan Hulu, pada Sabtu (01/11/2025) pukul 13.00 WIB.
Acara tersebut dihadiri para tokoh adat dan keluarga besar Rumah Bugonjong, di antaranya T. Harun Ar Rasyid, T. Syamsul Bahri, T. Azwar, T. Budiman, T. Ryan Romadhon, T. Meineli S., T. Emiati, T. Miftahul Rido, T. Nuraini, S.Pd., M.Pd., T. H. Darwis, T. Siti Fatimah, T. H. Khadijah, serta H. Oloan.
Musyawarah diawali dengan makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan diskusi utama mengenai pengisian kekosongan struktur di Rumah Bugonjong. Proses berjalan penuh hikmah dan kebersamaan, mengedepankan prinsip alur patut menurut hak kebesaran Rambah.
Hasil musyawarah menetapkan empat tokoh yang dinilai layak dan patut menempati posisi penting dalam struktur Rumah Bugonjong, yakni:
Tengku Harun Ar Rasyid sebagai Tengku Sultan Mansyur
Tengku Ali Akbar sebagai Tengku Mahkota
Tengku Boby sebagai Panglimo Bosa
Tengku Riyan Romadhon sebagai Tengku Muda
Dalam sambutannya, Tengku Harun Ar Rasyid menegaskan bahwa hasil musyawarah ini akan segera dilaporkan kepada Raja Rambah XI dr. H.Tengku Afrizal Dachlan, M.M.,untuk mendapatkan restu sebelum dilakukan prosesi penabalan resmi sesuai adat yang berlaku.
“Langkah berikutnya adalah penyusunan silsilah keluarga secara resmi agar dapat terdokumentasi dan diarsipkan dengan baik. Ini penting untuk memperkuat identitas keturunan di masa mendatang dan bergandengan tangan untuk memajukan anak kemenakan Puak Rumah Bugonjong” ujar Tengku Harun.
Sementara itu, T. Nuraini, S.Pd., M.Pd. turut memberikan masukan terkait penguatan solidaritas antar-kaum bangsawan.
“Kita berharap setiap kegiatan adat seperti ini ke depan dapat menampilkan kebersamaan yang lebih kuat, misalnya dengan mengenakan busana seragam khas bangsawan agar tampak berwibawa dan dihormati,” tuturnya.
Musyawarah yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto keluarga sebagai simbol persatuan. Acara berakhir dengan lancar pada pukul 15.00 WIB, meninggalkan kesan mendalam akan semangat kebersamaan dan pelestarian adat kebesaran Rambah.












