Rokan Hulu | KUJANGPOST.com — Bentrokan antar kelompok pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) terjadi di kawasan lahan eks PT Berkat Satu, Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu (07/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden berdarah tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan lima lainnya mengalami luka-luka.
Kericuhan diduga berkaitan dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang berjalan di area tersebut antara pihak perusahaan dan kelompok pengamanan di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sekitar 50 orang Pam Swakarsa dari pihak KSO PT Agrinas Palma Nusantara melalui PT Nusantara Sawit Mazuma mendatangi barak kantor kebun PT Berkat Satu. Di lokasi, terdapat kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru, Desa Kasang Padang, yang tengah berjaga.
Situasi memanas setelah rombongan yang datang diduga membawa senjata tajam dan senapan angin serta meminta barak dikosongkan. Ketegangan yang tak terkendali kemudian berujung bentrokan. Sejumlah kaca barak dilaporkan pecah dan terdengar tembakan senapan angin ke arah bangunan, memicu kepanikan di lokasi.
Kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru bersama para pekerja berupaya menyelamatkan diri melalui pintu belakang barak.
Akibat kejadian tersebut, satu anggota Pam Swakarsa KUD Telago Biru, Bernadus Betu alias Jon, dilaporkan meninggal dunia di tempat. Dua orang mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga lainnya menderita luka ringan akibat benda tajam dan bacokan.
Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, sebelumnya kedua pihak telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan sepakat menahan diri sambil menunggu mediasi lanjutan.
“Mediasi lanjutan dijadwalkan Selasa (10/2/2026) di Kantor Camat Bonai Darussalam. Namun sebelum itu, bentrokan sudah terjadi,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Polisi yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pihak-pihak yang terlibat, serta mengevakuasi para korban.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi. Sementara korban luka menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat. Personel tambahan juga disiagakan guna mengantisipasi konflik susulan.
“Kami melakukan pengamanan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak perusahaan agar situasi tetap kondusif,” tutup AKP Yohanes.












