Rokan Hulu | KUJANGPOST.com – Lapangan Sepakbola Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Rabu (28/01/2026), berubah menjadi ruang sakral penuh marwah adat. Denting musik tradisi, lantunan doa, dan iringan langkah para pemangku adat mengantar sebuah momentum penting dalam sejarah Luhak Kunto Darussalam penabalan Junjungan Adat.
Raja Rambah ke-XI, H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., hadir langsung menyaksikan Majelis Penobatan dan Penabalan Tuanku Tengku Muhammad Roem Gelar Yang Di-Pertuan Muda Bin Allahyarham Tuanku Tengku Kamaruddin Gelar Sultan Mahmud sebagai Junjungan Adat Raja Luhak Kunto Darussalam. Kehadirannya menegaskan bahwa adat Melayu masih berdiri tegak, hidup, dan menyatukan.
Didampingi para Raja Luhak dari Tambusai, Rokan IV Koto, dan Kepenuhan, Raja Rambah ke-XI tampil sebagai simbol persaudaraan antar-luhak. Kebersamaan para pemimpin adat ini mencerminkan satu pesan besar adat tidak berjalan sendiri, melainkan dijaga bersama dalam satu marwah dan satu sejarah.
Prosesi penabalan berlangsung khidmat Setiap tahapan adat dijalani dengan penuh penghormatan, menegaskan bahwa amanah yang disematkan kepada Tuanku Tengku Muhammad Roem bukanlah gelar semata, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga jati diri, nilai luhur, dan tatanan adat Luhak Kunto Darussalam di tengah derasnya arus zaman.
Ribuan masyarakat adat memadati lokasi acara. Turut hadir jajaran pejabat dan tokoh penting, di antaranya Plt. Gubernur Riau yang diwakili Staf Ahli Jendri Salmon Ginting, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., unsur Forkopimda, Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., serta para tokoh LAMR Provinsi dan Kabupaten Rokan Hulu.
Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Pj. Ketua Umum MKA LAMR Rohul Datuk Drs. H. Yusmar, M.Si., Ketua Umum DPH LAMR Rohul Datuk Seri H. Zulyadaini Gelar Datuk Saudagar Rajo, para ninik mamak Lima Luhak, hingga tokoh adat lintas generasi turut menyatu dalam satu barisan kehormatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rokan Hulu menyampaikan tahniah atas penabalan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran Raja Rambah ke-XI bersama para Raja Luhak lainnya merupakan potret nyata kokohnya persatuan adat Melayu di Rokan Hulu.
“Adat dan budaya bukan sekadar warisan, melainkan pedoman hidup. Hilang adat runtuh lah marwah, hilang budaya kosong jiwa,” tegasnya di hadapan hadirin.
Sementara itu, Raja Rambah ke-XI H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. menekankan bahwa penabalan ini adalah momentum penting menjaga kesinambungan adat dan mempererat persaudaraan antar-luhak.
“Ini bukan sekadar pengukuhan seorang junjungan adat, tetapi penegasan bahwa adat Melayu tetap hidup, berakar, dan menjadi pemersatu. Luhak-luhak di Rokan Hulu adalah saudara dalam satu marwah, satu sejarah, dan satu tanggung jawab menjaga warisan leluhur,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa“Selama adat dijunjung, selama itu pula jati diri Melayu akan tetap tegak. Kebersamaan dan keteladanan adalah kunci menghadapi dinamika zaman.”tambahnya

Penabalan Junjungan Adat Raja Luhak Kunto Darussalam hari itu bukan hanya peristiwa adat, melainkan penanda bahwa nilai-nilai leluhur masih hidup, berdaulat, dan terus menuntun perjalanan Rokan Hulu ke masa depan.












