EkonomiHukumRiauRokan HuluSosial

Barang Pengunjung Hilang, Manajemen Pasar Modern Rohul Diminta Tegaskan Bentuk Tanggung Jawab

Kujang Post
0
×

Barang Pengunjung Hilang, Manajemen Pasar Modern Rohul Diminta Tegaskan Bentuk Tanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

 

ROKAN HULU | kujangpost.com– Keluhan pengunjung terkait kehilangan barang di Pasar Modern Pasir Pengaraian kembali menjadi perhatian. Di tengah upaya manajemen memperkuat pengamanan, masyarakat kini berharap ada kejelasan lebih jauh mengenai langkah penanganan dan bentuk pertanggungjawaban ketika pengunjung mengalami kerugian.

 

Direktur Utama Perumda Rohul Jaya, Imran Tambusai, sebelumnya menyampaikan bahwa manajemen telah meningkatkan pengamanan dengan menambah personel security, melakukan patroli, serta mengingatkan pengunjung agar tidak meninggalkan barang di dalam kendaraan.

 

Upaya tersebut tentu menjadi langkah positif. Namun, seiring masih adanya keluhan kehilangan, efektivitas sistem keamanan serta mekanisme penanganan bagi pengunjung yang mengalami kerugian juga menjadi hal penting untuk diperjelas.

 

Terlebih, manajemen menyatakan siap mengganti kerugian pengunjung yang kehilangan barang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pernyataan ini tentunya menjadi harapan bagi masyarakat yang menjadi korban.

 

Agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman, publik kiranya perlu mengetahui bagaimana mekanisme penggantian tersebut diterapkan. Mulai dari proses pelaporan dan verifikasi, persyaratan yang harus dipenuhi korban, dasar penentuan nilai kerugian hingga waktu penyelesaian penggantian.

 

Bagi sebagian masyarakat, kehilangan barang belanjaan bukan perkara sederhana. Barang yang dibawa pulang dari pasar merupakan hasil dari uang yang telah disisihkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Karena itu, komitmen untuk memberikan pertanggungjawaban diharapkan dapat diwujudkan melalui mekanisme yang jelas, terbuka dan terukur. Dengan begitu, pengunjung yang mengalami kehilangan memiliki kepastian mengenai langkah yang harus ditempuh.

 

Di sisi lain, penguatan sistem keamanan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan area parkir, pemanfaatan CCTV, patroli security hingga pemetaan titik-titik yang dinilai rawan dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk menciptakan lingkungan pasar yang semakin aman dan nyaman.

 

Sebelumnya, manajemen juga menyampaikan adanya seorang terduga pelaku yang sempat diamankan oleh security. Namun, yang bersangkutan kemudian dilepaskan setelah korban memilih memaafkan, dengan pertimbangan usia yang disebut sudah lanjut.

 

Pilihan untuk memaafkan tentu merupakan hak korban. Meski demikian, setiap kejadian kehilangan tetap dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk memperkuat sistem pengamanan dan mencegah kejadian serupa terulang.

 

Masyarakat pada dasarnya tidak menuntut Pasar Modern sepenuhnya bebas dari risiko tindak pencurian. Namun, pengunjung tentu berharap mendapatkan rasa aman, respons yang cepat ketika terjadi persoalan, serta kepastian mengenai penanganan apabila mengalami kerugian.

 

Pengunjung datang ke pasar untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk pulang membawa kekhawatiran atas barang yang hilang.

 

Karena itu, pernyataan manajemen mengenai kesediaan mengganti kerugian kini diharapkan dapat diikuti dengan penjelasan mengenai mekanisme dan realisasinya. Bukan semata sebagai bentuk respons terhadap keluhan, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan dan memberikan rasa aman kepada seluruh pengunjung.

 

Pada akhirnya, ketika terjadi kehilangan, persoalannya bukan hanya mengenai imbauan agar pengunjung lebih berhati-hati, tetapi juga bagaimana sistem keamanan dan bentuk pertanggungjawaban pengelola dapat berjalan secara nyata, adil dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *