Rokan Hulu |KUJANGPOST.com – Dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sektor pertanian dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan, terutama melalui penyesuaian kalender tanam dan pengelolaan risiko iklim. Perubahan pola musim, pergeseran curah hujan, serta potensi kekeringan menjadi faktor yang perlu diantisipasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketersediaan pangan nasional dapat terus diperkuat.
Menjawab tantangan tersebut, Polsek Kabun Polres Rokan Hulu terus berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pendampingan pertanian berbasis adaptasi iklim. Salah satunya dengan melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung Kuartal I Tahun 2026 yang dibudidayakan melalui sistem tumpang sari di areal perkebunan kelapa sawit PT. Simas Sawit Aliantan, Desa Batulangkah Besar, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (19/06/2026).
Kegiatan pengecekan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Batulangkah Besar AIPTU Togi MH Butar Butar, S.H., M.H., bersama Asisten Kebun Ridho Butar Butar, S.P., serta penanggung jawab ketahanan pangan jagung Zusmedi Turnip dan Bedul Simajuntak.
Pemantauan dilakukan terhadap tanaman jagung pipil pada lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang berada di RT 08 RW 04 Dusun 4 Desa Batulangkah Besar. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses budidaya berjalan optimal sekaligus melihat kesiapan tanaman dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca melalui penerapan pola tanam yang sesuai dengan karakteristik lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas memberikan arahan kepada pengelola lahan agar terus memperhatikan faktor iklim dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari penentuan waktu tanam yang tepat, pemeliharaan tanaman secara berkala, pengelolaan kondisi lahan, hingga langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya musim kering.
Penyesuaian kalender tanam menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi dinamika perubahan iklim. Dengan menentukan waktu tanam berdasarkan kondisi cuaca, ketersediaan air, dan kebutuhan tanaman, risiko gagal produksi dapat diminimalkan. Selain itu, pengelolaan risiko iklim melalui pemantauan kondisi tanaman, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penerapan sistem tumpang sari menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Kapolsek Kabun AKP Efendi Lupino SH menyampaikan bahwa ketahanan pangan nasional membutuhkan sistem pertanian yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim serta memiliki strategi pengelolaan risiko yang tepat.
“Ketahanan pangan harus didukung dengan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan. Penyesuaian kalender tanam serta pengelolaan risiko iklim menjadi langkah penting agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketersediaan pangan nasional semakin kuat,” ujar Kapolsek Kabun.
Kapolsek menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, Polri, pihak perkebunan, pengelola lahan, maupun masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Berdasarkan hasil pengecekan, tanaman jagung Kuartal I Tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Tanaman jagung pipil yang telah berusia sekitar 93 hari memiliki pertumbuhan optimal dengan tinggi tanaman mencapai kurang lebih 2 meter. Rata-rata satu batang tanaman menghasilkan dua tongkol, bahkan terdapat tanaman yang mampu menghasilkan hingga tiga tongkol dalam satu batang.
Dengan kondisi pertumbuhan tersebut, tanaman jagung diperkirakan memasuki masa panen pada Jumat, 26 Juni 2026. Hasil panen diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung nasional, menjaga stabilitas ketersediaan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendampingan berkelanjutan, Polsek Kabun Polres Rokan Hulu terus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional dengan mendorong penerapan pertanian yang produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memiliki kemampuan mengelola risiko sehingga mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang












