EkonomiJatimJawa TimurMagetan

DiTabuh Doa, Kejar Target: Pabrik Gula Redjosarie Gelar Selamatan Buka Giling 2026, Bidik 3,37Juta kuintal

0
×

DiTabuh Doa, Kejar Target: Pabrik Gula Redjosarie Gelar Selamatan Buka Giling 2026, Bidik 3,37Juta kuintal

Sebarkan artikel ini

 

Magetan .Kujangpost.com-Denting harapan bergema dari Gedung Pertemuan Rejosari, Kawedanan, Kamis (23/4/2026). Pabrik Gula Redjosarie menggelar selamatan buka giling tahun 2026, menandai dimulainya musim produksi dengan doa, tekad, dan target besar: 3,37 juta kuintal tebu.

Dihadiri jajaran Forkopimca, karyawan, stakeholder, hingga petani mitra, acara berlangsung khidmat sekaligus optimistis. Bagi Pabrik Gula Redjosarie, selamatan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah penanda dimulainya ikhtiar bersama demi roda ekonomi daerah yang terus berputar.

General Manager Pabrik Gula Redjosarie, Andris Dahono Satrio, menegaskan bahwa target tahun ini naik signifikan. “Kami berharap seluruh rangkaian giling berjalan baik, aman, dan sesuai target. Sebelumnya naik 13 persen sekarang paling tidak target kita mencapai 15 persen tegasnya.

Andris menambahkan, ceremonial ini sarat makna. “Selamatan buka giling ini bukan hanya tradisi, tetapi juga simbolis kebersamaan kita. Ikhtiar lahir dan batin agar produksi lancar, selamat, dan berkah,” imbuhnya.

Doa bersama menjadi inti acara. Para hadirin menundukkan kepala, memohon kelancaran mesin, keselamatan pekerja, dan keberlimpahan hasil. Sebagai puncak rangkaian, Pabrik Gula Redjosarie menyiapkan pagelaran wayang kulit merawat tradisi di tengah deru mesin industri.

Pemerintah Kabupaten Magetan, melalui sambutan yang diwakili, turut memberi apresiasi. “Kami sangat mengapresiasi komitmen Pabrik Gula Redjosarie dalam menjaga keberlangsungan produksi. Semoga di tahun ini diberikan kelancaran, hasil melimpah, serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Dengan target 3,37 juta kuintal tebu dan rendemen yang ditingkatkan, Pabrik Gula Redjosarie tak hanya menggiling tebu. Ia menggiling harapan petani, menggerakkan ekonomii lokal, dan merawat tradisi yang tak lekang waktu. Musim giling 2026 pun resmi dimulai dengan doa sebagai bahan bakar pertama.(Arni)

Editor: Arni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *