Magetan.Kujangpost.com- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kawasan wisata Lembah Serimpi, Kabupaten Magetan, Rabu (8/4/2026). Di tengah semilir udara pegunungan dan usai gema Idulfitri masih terasa, ratusan kepala desa dari berbagai penjuru Magetan berkumpul dalam acara halal bihalal yang bukan sekadar ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi momentum menyatukan tekad membangun daerah.
Kegiatan yang dihadiri keluarga besar kepala desa seKabupaten Magetan itu berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Satu per satu kepala desa datang, berjabat tangan, berpelukan, dan saling bertukar cerita. Di balik senyum dan sapaan itu, tersimpan semangat baru untuk memperkuat kebersamaan demi kemajuan desa-desa di Magetan.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Ketua DPRD Magetan Suratno, jajaran Forkopimda, Kapolres Magetan, Kapolsek Plaosan, Danramil, Kajari, serta unsur pemerintah desa dari seluruh wilayah Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan bahwa halal bihalal bukan hanya tradisi tahunan selepas Lebaran. Lebih dari itu, menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa.
“Momentum halal bihalal ini harus kita jadikan sebagai ajang mempererat persaudaraan dan meningkatkan sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Bupati juga menilai, desa merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Karena itu, kekompakan antar kepala desa dan hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah harus terus dijaga agar berbagai program pembangunan dapat berjalan maksimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Magetan Suratno menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif, eksekutif, hingga pemerintah desa. Ia memastikan DPRD siap mendukung berbagai program desa yang berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Kami di DPRD siap mendukung program-program pemerintah desa yang berpihak pada masyarakat. Komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan,” ungkapnya.
Menurut Suratno, kemajuan Magetan tidak akan lahir hanya dari kebijakan di tingkat kabupaten. Kemajuan itu justru tumbuh dari desa-desa yang kuat, mandiri, dan saling terhubung dalam satu semangat kebersamaan.
Sementara itu, Kapolres Magetan mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, terlebih setelah perayaan Idulfitri. Ia mengajak seluruh kepala desa untuk terus aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kami berharap peran aktif kepala desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap ditingkatkan. Sinergitas antara aparat dan pemerintah desa sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Tak hanya menjadi seremoni, halal bihalal tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi ringan antar kepala desa dan pimpinan daerah. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga upaya peningkatan kesejahteraan warga, dibicarakan dalam suasana santai namun penuh makna.
Di penghujung acara, para peserta saling bersalaman dan berfoto bersama. Momen sederhana itu menjadi simbol bahwa perbedaan wilayah dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk berjalan dalam satu tujuan: membangun Magetan yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Dari Lembah Serimpi, semangat persaudaraan itu kembali diteguhkan. Sebab di tengah berbagai tantangan pembangunan, kekuatan terbesar Magetan tetap lahir dari kebersamaan.(Arni)












