RiauRokan Hulu

Masyarakat Adat Rantau Kasai Tegaskan Persatuan dan Lindungi Tanah Ulayat

Kujang Post
96
×

Masyarakat Adat Rantau Kasai Tegaskan Persatuan dan Lindungi Tanah Ulayat

Sebarkan artikel ini

ROKAN HULU | KUJANGPOST.com-Masyarakat Adat Luhak Tambusai menegaskan persatuan dan solidaritas di tengah potensi perpecahan yang sempat muncul beberapa waktu terakhir. Hal ini disampaikan dalam forum besar lintas elemen kemelayuan yang digelar di Balai Adat Rantau Kasai pada Senin pagi (30/03/2026).

Forum ini dihadiri oleh simpul-simpul organisasi Melayu se-Provinsi Riau, sejumlah luhak di Kabupaten Rokan Hulu, unsur kemelayuan Bonai, serta perwakilan anak kemenakan melalui Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan komitmen masyarakat adat untuk menjaga marwah Melayu dan menyelesaikan persoalan secara damai sesuai tatanan adat leluhur.

Para tokoh adat menekankan, kekuatan masyarakat adat terletak pada persatuan dan solidaritas. Mereka menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi atau diadu domba oleh pihak-pihak tertentu. Sejumlah luhak menyampaikan tiga sikap utama: mempertahankan hak adat turun-temurun, memperkuat persatuan antar-luhak, dan mendukung penuh perjuangan Masyarakat Hukum Adat Melayu Rantau Kasai.

Perwakilan anak kemenakan juga menyatakan kesiapan bergerak bersama jika terjadi penguasaan paksa tanah ulayat atau kriminalisasi tokoh adat. Mereka menilai situasi saat ini berada pada fase krusial, dengan dugaan intimidasi dan tekanan terhadap tokoh adat.

“Kami berdiri bukan untuk mencari konflik, tetapi untuk menegakkan hak yang diwariskan turun-temurun. Tanah ulayat bukan sekadar hamparan, melainkan marwah yang wajib kami jaga,” ujar salah satu tokoh adat. Ia menambahkan, “Kami Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai tidak ingin diadu domba. Persatuan adalah kekuatan kami, dan kami akan tetap berdiri bersama menjaga marwah dan hak kami.”

Masyarakat adat menegaskan, pertahanan tanah ulayat adalah harga mati. Bagi mereka, tanah ulayat merupakan identitas, sumber kehidupan, dan warisan leluhur yang tak terpisahkan. Semua upaya penguasaan paksa akan dihadapi bersama dengan semangat persatuan.

Selain itu, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog, menghormati hukum, dan menjunjung tinggi nilai adat. Perjuangan ini bukan hanya soal lahan, tetapi juga menjaga identitas, nilai, dan kedaulatan adat Melayu di tengah tantangan zaman.

masyarakat adat Rantau Kasai siap bersatu dan bertindak bersama untuk menjaga tanah ulayat dan marwah Melayu, memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan secara adil, bermartabat, dan berlandaskan kearifan lokal.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polsek Rokan IV Koto Perkuat Ekosistem Pertanian Berkelanjutan, Kawal Produktivitas Jagung Demi Swasembada Pangan Nasional ROKAN HULU – Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Salah satunya dengan memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan melalui pendampingan dan pemantauan intensif terhadap perkembangan tanaman jagung milik petani di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto. Pada Rabu (30/6/2026) sekitar pukul 10.20 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Rokan IV Koto, AIPDA Khairil Asri, bersama pemerintah desa turun langsung ke lahan pertanian untuk mengecek kondisi tanaman jagung pipil jenis hibrida. Kegiatan tersebut meliputi pengamatan pertumbuhan tanaman, pengukuran tinggi tanaman, serta pemantauan kondisi lahan guna memastikan proses budidaya berjalan optimal. Berdasarkan hasil pengecekan, tanaman jagung yang telah berumur 56 hari sejak ditanam pada 6 Mei 2026 menunjukkan perkembangan yang baik. Tinggi tanaman rata-rata mencapai sekitar 150 sentimeter dengan kondisi pertumbuhan yang sehat, meski memasuki musim hujan yang berpotensi memengaruhi produktivitas lahan. Kapolsek Rokan IV Koto, IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional. “Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan pendampingan kepada petani agar proses budidaya dapat berjalan dengan baik. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan demi terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi sarana mempererat komunikasi dengan para petani. Melalui pendampingan secara langsung, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga solusi dapat dirumuskan bersama demi menjaga produktivitas pertanian. Selain memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal, kegiatan tersebut turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui pelayanan yang humanis, responsif, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan, Polsek Rokan IV Koto berharap produktivitas pertanian jagung terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat terwujudnya swasembada pangan nasional. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Riau

ROKAN HULU| KUJANGPOST.com – Komitmen Polri dalam mendukung…