InternasionalPeristiwa

Eks Dubes Dian Wirengjurit Kecam Serangan AS–Israel ke Iran: Trump dan Netanyahu Tak Bisa Dipercaya

7
×

Eks Dubes Dian Wirengjurit Kecam Serangan AS–Israel ke Iran: Trump dan Netanyahu Tak Bisa Dipercaya

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

KUJANGPOST.com — Eks Dubes Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Dia menegaskan hal ini menjadi bukti bahwa Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, adalah pemimpin yang tidak bisa dipercaya.

“Tolong dilihat, negara Israel dan induknya Amerika, orang-orangnya khususnya Trump dan Netanyahu memang tidak bisa dipercaya,” katanya dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu.

Dian mengungkapkan Trump seakan ingkar janji atas negosiasi terkait senjata nuklir dengan Iran.

Sebagai informasi, menurut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, negosiasi antara AS dan Iran terkait nuklir telah mengalami kemajuan.

Adapun negosiasi dilakukan di Gedung Putih pada Jumat (27/2/2026). Sementara, Albusaidi diplot sebagai pihak mediator dalam negosiasi tersebut.

Bahkan, dia menyebut Iran sudah menyepakati untuk lebih banyak menggunakan uranium untuk kebutuhan produksi bahan bakar alih-alih nuklir.

Namun, pasca negosiasi tersebut, AS justru seakan mengingkari kesepakatan tersebut dengan menyerang Iran.

Kembali ke pernyataan Dian, ia menegaskan serangan AS dan Israel ke Iran adalah tindakan negara pengecut.

“Ketika dibuat tenang dengan janji-janji, negosiasi, tapi di saat itu Israel dan AS menyerang Iran. Ini tindakan pengecut dan bukan tindakan terpuji dari kategori apapun,” tegasnya.

Dian juga menegaskan AS dan Israel adalah negara pengecut karena serangan dilakukan di tengah suasana Ramadan.

Padahal, kata Dian, masyarakat Iran begitu menghormati Ramadan dan kini berfokus untuk melakukan ibadah di bulan suci tersebut.

“Sebaliknya AS dan Israel ini amat sangat biadab dengan memanfaatkan ketenangan bulan Ramadan di Iran untuk menyerang. Itu tindakan tidak terpuji dan sangat-sangat terkutuk,” ujarnya.
Sumber: Tribunnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *