RiauRokan Hulu

Jelang Ramadhan, Raja Rambah ke-XI Pimpin Ziarah leluhur dan Gelar Silaturahmi Adat

0
×

Jelang Ramadhan, Raja Rambah ke-XI Pimpin Ziarah leluhur dan Gelar Silaturahmi Adat

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu | KUJANGPOST.com- Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1477 M, Raja Luhak Rambah ke-XI, dr. Tengku Afrizal Dachlan MM., memimpin langsung kegiatan ziarah kubur ke makam Raja Rambah pada Senin (16/02/2026) pukul 16.30 WIB di wilayah Luhak Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan kepada para leluhur sekaligus penguatan nilai religius dan adat menjelang Ramadhan.

Prosesi ziarah berlangsung khidmat dan sarat makna. Raja Luhak Rambah ke-XI bersama rombongan memanjatkan doa untuk para raja terdahulu serta mengenang jejak kepemimpinan dan perjuangan mereka dalam membangun tatanan adat dan masyarakat Rambah.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Jamhur Poti, S.E., M.Si., Ph.D., Marjeni, SE bergelar Datuk Bondaro Kayo, Yusrizal KD selaku Ketua LKA Kelurahan Rambah, Tengku Markos bergelar Sutan Mahmud, serta para pucuk dan induk suku. Kehadiran unsur pemangku adat memperkuat makna ziarah sebagai momentum silaturahmi, konsolidasi adat, dan persiapan batin menyambut bulan suci.

Dalam keterangannya,dr. Tengku Afrizal Dachlan MM., Raja Luhak Rambah ke-XI menegaskan bahwa ziarah kubur bukan sekadar tradisi,melainkan sarana meneguhkan jati diri dan nilai warisan leluhur.

“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat agar generasi sekarang tidak melupakan akar sejarahnya. Menjelang Ramadhan, kita bersihkan hati,kuatkan persaudaraan, dan teguhkan komitmen menjaga adat serta nilai keagamaan di Luhak Rambah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada malam hari melalui agenda silaturahmi menyambut bulan suci Ramadhan yang digelar di Hotel Razqa. Pertemuan ini, pucuk suku non tujuh, Sutan Na Opat Mangaraja Na Tolu, Datuk Bendahara, serta Sutan Laut Api.

Pada kesempatan tersebut, dr. Tengku Afrizal Dachlan MM., Raja Luhak Rambah ke-XI kembali menekankan pentingnya persatuan unsur adat dan masyarakat dalam menyongsong Ramadhan.

“Silaturahmi malam ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah seluruh pemangku adat dan pucuk suku. Kita ingin Ramadhan disambut dengan hati yang lapang, hubungan yang rukun, serta semangat kebersamaan. Adat dan agama harus berjalan seiring untuk menjaga marwah Rambah,” tegasnya.

Melalui rangkaian ziarah dan silaturahmi ini, kepemimpinan adat Rambah menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam merawat warisan leluhur, mempererat hubungan antarsuku, dan memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *