PeristiwaSumatera Barat

Geger! Sosok Bertopeng Hanya Pakai Celana Dalam Teror Warga Agam, Bawa Parang dan Kejar Perempuan

23
×

Geger! Sosok Bertopeng Hanya Pakai Celana Dalam Teror Warga Agam, Bawa Parang dan Kejar Perempuan

Sebarkan artikel ini

AGAM,  KUJANGPOST.com  — Warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini diselimuti ketakutan. Sosok misterius yang dijuluki “Manusia Bertopeng” muncul menghantui pemukiman warga saat malam hari, memicu keresahan massal hingga viral di jagat maya.

Teror ini terasa kian mencekam lantaran muncul di tengah suasana duka pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Ciri-Ciri Pelaku yang Tak Lazim
Kepala Jorong Kayu Pasak Timur, Yoka, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Berdasarkan kesaksian warga, sosok ini memiliki ciri-ciri yang sangat tidak lazim dan mengerikan:

* Pakaian: Hanya mengenakan celana dalam.
* Senjata: Membawa senjata tajam jenis parang.
* Penyamaran: Wajah tertutup masker atau topeng.

Sosok ini dilaporkan muncul secara tiba-tiba di berbagai tempat tak terduga, mulai dari dahan pohon hingga di tengah jalan yang gelap.

Kronologi Teror: Dari Penampakan hingga Pengejaran
Yoka menjelaskan bahwa gangguan ini sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak Minggu (11/1/2026). Namun, pada awalnya warga belum memberikan respons serius. Situasi berubah menjadi darurat ketika pelaku kembali muncul pada Rabu (14/1/2026) malam.

“Muncul pertama pada Minggu, kemudian pada Rabu lalu. Kali ini pelaku bahkan sempat melakukan pengejaran terhadap warga, sehingga keresahan makin memuncak,” ujar Yoka saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Uniknya, sosok misterius ini lebih dominan menampakkan diri di depan warga perempuan. Sementara warga laki-laki yang mencoba mengejar biasanya hanya sempat melihat bagian punggung atau sosoknya yang menghilang cepat di kegelapan.

Buruan 100 Orang, Pelaku Masih Misterius
Merespons ancaman ini, aparat gabungan yang terdiri dari Kepolisian, Brimob, perangkat jorong, hingga masyarakat setempat langsung melakukan patroli besar-besaran. Sekitar 100 orang dikerahkan untuk menyisir area yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Namun, pencarian belum membuahkan hasil. “Kendalanya adalah kondisi medan yang gelap dan penerangan jalan yang sangat minim. Meski kami mencari dalam jumlah banyak, pelaku belum berhasil ditemukan,” tambah Yoka.

Warga Ketakutan, Pos Kamling Diperketat
Dampak dari teror ini sangat terasa pada aktivitas sosial warga. Banyak kaum perempuan yang kini menolak keluar rumah setelah matahari terbenam.

Untuk menentukan langkah antisipasi selanjutnya, perangkat nagari dan tokoh masyarakat dijadwalkan akan menggelar rapat darurat pada Jumat malam ini. Agenda utamanya adalah menyusun strategi pencarian yang lebih efektif dan memperketat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) agar teror ini segera berakhir dan ketenangan warga kembali pulih.

Sumber: Tribun Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *