MagetanPemerintahan

Larung Tumpeng di Sarangan: Magetan Resmi Jadi Pusat Wisata Budaya Nasional

30
×

Larung Tumpeng di Sarangan: Magetan Resmi Jadi Pusat Wisata Budaya Nasional

Sebarkan artikel ini

MAGETAN, KUJANGPOST.com – Dalam nuansa sakral dan semarak, tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar pada Jumat (16/2/2025) sebagai puncak Sarangan Festival 2026. Prosesi larung tumpeng di Telaga Sarangan menyedot ribuan mata, menegaskan posisi Magetan sebagai ikon wisata budaya nasional.

Kehadiran jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Magetan Suratno bersama Ketua Komisi B Rita Haryati, serta para kepala OPD menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian adat. Bupati Magetan Nanik Sumantri, yang akrab disebut Bunda Nanik, menegaskan bahwa Labuhan Sarangan bukan sekadar ritual tahunan:

“Melalui Labuhan Sarangan, kita diajarkan nilai spiritual, gotong‑royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan sesama manusia. Nilai‑nilai ini harus terus dijaga dan diwariskan, agar tradisi tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan hidup.”

Bupati menambahkan, Sarangan kini bukan hanya kebanggaan lokal, melainkan destinasi yang dikenal luas di tingkat regional hingga nasional. Momentum bersejarah pun terjadi: Labuhan Sarangan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan RI. Pengumuman tersebut disambut tepuk tangan meriah dan semakin menguatkan komitmen Magetan menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Selain mengangkat citra budaya, festival ini diharapkan membuka peluang bagi seniman lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan etika pelayanan:

“Terapkan prinsip Sapta Pesona dalam setiap pelayanan—aman, jujur, bertanggung jawab, tertib, dan berkeadilan—agar Sarangan tetap nyaman, berkesan, dan berkelanjutan.”

Dengan perpaduan tradisi, alam, dan komitmen bersama, Labuhan Sarangan 2026 menegaskan kembali Magetan sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi kaya makna dan nilai kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *