BNNPekanbaru

BNNK Pekanbaru Gelar Tes Urine Pengemudi AKAP Jelang Nataru 2025–2026, 4 Orang Terindikasi Narkoba

65
×

BNNK Pekanbaru Gelar Tes Urine Pengemudi AKAP Jelang Nataru 2025–2026, 4 Orang Terindikasi Narkoba

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, KUJANGPOST.com — Dalam rangka memastikan keselamatan dan kesiapsiagaan arus mudik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru melaksanakan kegiatan deteksi dini melalui tes urine terhadap pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan angkutan umum lainnya.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 24 Desember 2025, pukul 14.30 WIB hingga 16.00 WIB, bertempat di Terminal Antar Kota Provinsi (AKAP) Labuh Baru Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang pengemudi.

Tes urine ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Kota Pekanbaru, Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H., serta dihadiri sejumlah unsur lintas sektor, antara lain Kepala Pengawas Terminal AKAP, tenaga medis Klinik Polda Riau, analis dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, personel Kementerian Perhubungan BPTD Kelas II Riau, Polda Riau, Jasa Raharja, serta personel BNNK Pekanbaru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian tata cara pengisian blanko tes urine, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pemeriksaan urine terhadap seluruh peserta. Pemeriksaan menggunakan tes kit 7 parameter, meliputi Amphetamine, Methamphetamine, Morphin, THC/Marijuana, Cocain, Benzodiazepine, dan Carisoprodol.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa dari 50 pengemudi yang diperiksa, sebanyak 46 orang dinyatakan negatif, sementara 4 orang terindikasi positif. Berdasarkan asesmen awal, keempat pengemudi tersebut diketahui memiliki riwayat pemakaian amphetamine (sabu) dalam tujuh hari terakhir.

Selanjutnya, terhadap yang bersangkutan telah dilakukan langkah awal sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kepala BNNK Pekanbaru menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan transportasi yang aman dan bebas narkoba, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur Natal dan Tahun Baru.

“Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan mencegah potensi kecelakaan akibat penyalahgunaan narkoba oleh pengemudi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mendukung terwujudnya transportasi publik yang bersih dari narkoba di Provinsi Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *