Aceh TamiangTNI/POLRI

Duka Prajurit TNI di Aceh Tamiang: Keluarga Serma Edi Tertimbun Longsor Saat Tidur

240
×

Duka Prajurit TNI di Aceh Tamiang: Keluarga Serma Edi Tertimbun Longsor Saat Tidur

Sebarkan artikel ini

ACEH TAMIANG,  KUJANGPOST.com — Suasana duka menyelimuti Serma Edi Haryanto, ia jadi salah satu korban bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh.

Dilansir dari keterangan Penkorem 011/Lilawangsa, Rabu (10/12), saat kejadian Edi sdg bertugas piket di Kodim 0117/Aceh Tamiang.

“Malam itu, saya piket Komandan, istri dan anak di rumah tertimbun material longsor menimpa rumah. Kejadian musibah itu hujan lebat, mati lampu, dan air terus naik. Mereka saat itu sdg tertidur,” cerita Edi saat dikunjungi Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali

Danrem 011 mengucapkan rasa duka yang mendalam saat mendengar kabar dari Serma Edi Haryanto. Ia memastikan akan memberikan perhatian khusus.

Beri Semangat ke Prajurit Pascabencana
Sementara itu, di lokasi berbeda Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya mengumpulkan para prajurit Kodim dan seluruh Danramil jajaran untk memberikan pengarahan khusus yang sarat makna kemanusiaan serta memberikan semangat kepada anggota.

Pengarahan yang berlangsung di posko bencana di lapangan belakang kantor bupati di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan penuh empati, Dandim menekankan bahwa setiap prajurit TNI AD harus menjadi simbol kekuatan, harapan, dan kehadiran nyata bagi masyarakat, terutama di tengah bencana.

“Kita tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjaga hati rakyat. Saat masyarakat tertimpa musibah banjir, di situlah prajurit harus paling depan hadir membantu. Inilah wujud nyata dari solidaritas dan pengabdian kita,” katanya.

Letkol Arm Raden Subhi juga menekankan agar seluruh jajaran Koramil meningkatkan koordinasi dengan unsur Forkopimcam dan aparat desa untuk memastikan setiap bantuan, evakuasi, maupun pertolongan berjalan cepat, tepat, dan aman. Ia mengingatkan bahwa sekecil apa pun tindakan prajurit, bisa menjadi penyelamat bagi warga yg sedang berjuang melewati masa sulit.

“Tidak ada kata ragu. Tidak ada kata menunggu. Ketika rakyat membutuhkan, kita bergerak tanpa syarat, tanpa batas,” pungkasnya.
Sumber :indonesiadefense

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *